gtrees.net

Jangan Sembarangan Terapi Kretek-kretek untuk Atasi Masalah Tulang, Ini Bahayanya

Close up of female osteopath doing shoulder blade therapy on young woman.
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/karelnoppe)

Jakarta -

Terapi kretek-kretek menjadi salah satu prosedur yang begitu populer di tengah masyarakat. Prosedur yang memiliki ciri khas bunyi sendi 'kretek' ini bahkan dipercaya sebagian orang dapat mengatasi skoliosis atau kelainan tulang belakang yang ditandai dengan kelengkungan tidak normal berbentuk huruf S atau C.

Apakah memang terapi kretek-kretek ini bisa menjadi salah satu prosedur mengatasi skoliosis? Spesialis ortopedi dr Phedy SpOT(K)-Spine menuturkan bahwa terapi kretek tidak disarankan untuk pasien skoliosis.

"Nggak, kretek itu merusak sendi sama bantalan, tapi nggak bikin skoliosis. Nggak dianjurkan," kata dr Phedy ketika ditemui oleh awak media, Kamis (16/5/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika seseorang menjalani terapi kretek, tak sedikit dari mereka yang merasakan rasa nyaman dan lega setelahnya. Namun, dr Phedy berpendapat sensasi nyaman tersebut hanya bersifat sementara dan tidak memberikan manfaat, khususnya pada pasien skoliosis.

"Nah, ketika otot itu kaku di kretekin, otot itu ketarik. Makanya orang rasanya enak. Padahal di dalamnya dia merusak sendi-sendi dan bantalannya. Harusnya kalo pegel itu ya diatasi dengan olahraga, stretching otot. Jadi bukan di kretek-kretekin," sambung dr Phedy.

dr Phedy menuturkan agar otot tidak terus merasa kaku, ada baiknya masyarakat menerapkan latihan atau olahraga secara rutin. Ia juga menyarankan beberapa olahraga yang disarankan untuk pasien skoliosis yang kemiringannya masih di bawah 45 derajat.

Menurutnya, tetap aktif berolahraga dapat melatih tubuh dan otot punggung menjadi lebih baik.

"Jadi disarankan stretching, olahraga yang melatih postur, gelantungan sesering mungkin, rowing, berenang, yoga, pilates, gym. Durasi berapa pun nggak masalah, asal kerajinannya harus rajin. Dua sampai tiga kali dalam seminggu," tandasnya.



Fuji Ngaku Kesulitan Syuting karena Idap Skoliosis

Fuji Ngaku Kesulitan Syuting karena Idap Skoliosis


(avk/kna)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat