gtrees.net

Benjolan di Punggung: Penyebab dan Cara Perawatannya

Doctor Diagnosis of the Sebaceous on Womans Back
Ilustrasi benjolan di punggung. Foto: iStock

Daftar Isi
  • Penyebab Benjolan di Punggung
  • 1. Keloid 2. Lipoma 3. Dermatofibroma 4. Furunkel 5. Abses Kulit 6. Kista Ganglion 7. Kanker
  • Cara Perawatan Benjolan di Punggung
  • Kapan Harus ke Dokter?
Jakarta -

Benjolan di bawah kulit muncul bisa karena berbagai sebab. Biasanya, benjolan tersebut sifatnya tidak berbahaya.

Benjolan di punggung bisa menjadi pertanda dari berbagai kondisi kesehatan, dengan gejala berbeda-beda. Namun, hal ini juga bisa menjadi tanda kondisi serius.

Penyebab Benjolan di Punggung

Berikut adalah beberapa penyebab dari benjolan di punggung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Keloid

Dikutip dari laman WebMD, keloid merupakan benjolan jaringan parut yang muncul melewati batas luka. Keloid bisa muncul di mana saja, namun sering kali ada di punggung atas, dada, bahu, pipi, atau telinga.

Keloid tidak berbahaya. Tapi, jika terlalu besar atau gatal kamu bisa mengobati atau menghilangkannya.

2. Lipoma

Dikutip dari artikel laman Buoy Health yang telah ditinjau secara medis oleh Jeffrey M. Rothschild, MD, MPH, penyebab benjolan di punggung lainnya yaitu karena lipoma.

Lipoma merupakan benjolan bulat yang terdiri dari sel-sel lemak di bawah kulit. Tidak ada penyebab pasti dari lipoma, tapi bisa jadi hal ini disebabkan karena trauma fisik.

Gejalanya berupa benjolan lembut, serta mudah digerakkan di bawah kulit. Ukurannya sekitar 5,08 cm. Selain sering ditemukan di punggung, lipoma juga suka muncul di leher, perut, terkadang di lengan dan kaki bagian atas.

Benjolan ini umum terjadi dan sifatnya tidak berbahaya. Benjolan ini seringnya tidak menimbulkan rasa sakit, kecuali pertumbuhannya mengiritasi saraf di sekitarnya. Biasanya benjolan ini tidak berkembang menjadi kanker.

3. Dermatofibroma

Dermatofibroma merupakan pertumbuhan kulit yang bisa muncul di bagian tubuh mana saja. Pertumbuhannya bersifat jinak (bukan kanker), yakni seperti tahi lalat.

Gejalanya seperti pertumbuhan yang keras, menonjol berwarna merah, merah muda, atau coklat. Lebarnya kurang dari 1,27 cm.

Umumnya, tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, mungkin bisa terasa nyeri, gatal, dan mungkin muncul sendiri atau berkelompok.

4. Furunkel

Furunkel atau bisul merupakan infeksi pada folikel rambut, yang terbentuk di bawah kulit pada akar rambut. Bisul ini bisa terjadi di bagian tubuh mana saja.

Furunkel disebabkan oleh bakteri, paling sering Staphylococcus aureus. Biasanya iritasi terjadi akibat pakaian atau benda lain yang menggesek kulit. Sehingga, menyebabkan kulit terkelupas dan memungkinkan masuknya bakteri.

5. Abses Kulit

Abses kulit merupakan infeksi pada kulit yang lebih dalam, seringnya disebabkan oleh bakteri yang terlihat pada kulit. Belakangan ini, infeksi lebih sering disebabkan oleh Staph. aureus.

Gejalanya bisa berupa benjolan merah, bengkak, bernanah, dan nyeri di bagian tubuh mana pun di bawah kulit.

6. Kista Ganglion

Kista ganglion merupakan benjolan kecil, bulau, dan berisi cairan. Benjolan ini tumbuh di permukaan kulit.

Seringkali benjolan ini tidak menimbulkan rasa sakit, tapi bisa menyebabkan kesemutan, mati rasa, maupun nyeri apabila menekan saraf.

7. Kanker

Dilansir dari Tua Saúde, pada kasus yang sangat jarang terjadi, benjolan di punggung mungkin jadi tanda kanker karsinoma sel basal.

Kanker jenis ini muncul sebagai bercak kecil pada kulit yang tumbuh seiring berjalannya waktu. Biasanya, ini tidak bermetastasis (kondisi ketika sel-sel kanker bertumbuh) ke organ lain.

Cara Perawatan Benjolan di Punggung

Ada perawatan di rumah untuk meredakan benjolan punggung yang nyeri. Misalnya, istirahat, kompres es, perban hangat bisa membantu meringankan pembengkakan dan ketidaknyamanan.

Apabila benjolan nyeri di punggung berkurang atau hilang dengan tindakan suportif tadi, kemungkinan besar kondisi benjolan yang ada tidak berbahaya.

Kapan Harus ke Dokter?

Benjolan di bawah kulit umum terjadi, dan bisa disebabkan oleh berbagai hal. Umumnya, benjolan lunak bisa digerakkan dan tidak berbahaya.

Dalam banyak kasus, benjolan itu bisa hilang tanpa pengobatan atau akan membaik seiring berjalannya waktu.

Walau begitu, segeralah memeriksakannya ke ahli medis, jika kamu memperhatikan ada tanda di bawah ini:

  • Rasa nyeri, perubahan kulit, dan bengkak
  • Ada nanah atau cairan lain di sekitarnya
  • Demam tinggi
  • Benjolan yang lebarnya lebih dari 1 cm
  • Benjolan keras atau tidak nyeri yang muncul dengan tiba-tiba

Dokter akan mendiagnosis dan memberi pengobatan yang tepat sesuai dengan penyebab benjolan tersebut.

Demikianlah informasi mengenai beberapa hal yang bisa menyebabkan benjolan di punggung beserta cara menanganinya.



Korea Selatan Siapkan Vaksinasi Massal untuk Atasi Penyakit Kulit pada Sapi

Korea Selatan Siapkan Vaksinasi Massal untuk Atasi Penyakit Kulit pada Sapi


(khq/inf)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat