gtrees.net

Viral Kisah Sekeluarga Masih Ogah Keluar Rumah Sejak COVID-19 Merebak

Woman with hands in latex glove holding protective medical white mask.
Ilustrasi masker. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Natasa Ivancev)

Jakarta -

Pembatasan sosial yang sempat berlaku di seluruh dunia ketika pandemi COVID-19 diketahui sudah lama berakhir. Namun, nyatanya hingga kini masih ada keluarga yang menerapkan isolasi mandiri walaupun aktivitas sosial saat ini sudah dibebaskan.

Hal tersebut dilakukan oleh seorang ibu di Inggris bernama Mandy (59) bersama keluarganya yang masih hidup seperti awal pandemi 2020 terjadi. Semua aturan lockdown seperti menjaga jarak, menghindari sosialisasi, memakai masker, dan hanya keluar jika perlu masih diterapkan hingga kini olehnya.

Mandy menuturkan bahwa ia dan keluarganya menghindari supermarket, memesan makanan hanya melalui online, dan melakukan pembersihan dengan desinfektan pada barang-barang yang akan masuk ke dalam rumah mereka di Essex. Kenapa hal ini dilakukan oleh Mandy?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu rupanya dilakukan karena putra bungsunya, Mason Milne (22) mengalami gangguan kekebalan tubuh yang parah. Mason didiagnosis mengidap penyakit Crohn pada tahun 2017. Untuk menjaga kondisinya, Mason harus mengonsumsi tablet kemoterapi setiap hari dan suntikan biologis setiap dua pekan.

Hidup dengan penyakit Crohn membuat Mason berisiko tinggi terkena penyakit serius apabila terinfeksi COVID-19.

ADVERTISEMENT

"Hidup sangat sulit untuk seluruh keluarga saya. Melakukan semuanya selama pandemi adalah mimpi buruk. Tapi ini masih dilakukan sampai sekarang," kata Mandy dikutip dari Mirror, Selasa (26/3/2024).

Mandy mengaku selalu menyiapkan masker medis di kantongnya. Tidak hanya itu, sampai sekarang ia juga masih rutin melakukan tes COVID-19 untuk memastikan keamanan keluarganya.

Mandy berkata bahwa mungkin untuk mayoritas orang pandemi sudah berakhir. Namun, baginya kehidupan justru menjadi semakin sulit. Ia menceritakan bahwa Mason yang juga mengidap autisme kehilangan banyak teman semenjak COVID-19.

Kondisi yang dialami oleh Mason membuatnya jarang bersosialisasi dengan orang lain selain anggota keluarga.

"Saya jarang diundang keluar sekarang karena mereka tahu saya tidak bisa pergi," cerita Mason.

Semenjak Mason didiagnosis penyakit tersebut, Maddy hingga saat ini beralih menjadi pengasuh putranya secara penuh. Untuk mendapatkan uang tambahan, Maddy terkadang mengambil pekerjaan petugas kebersihan.

Maddy berharap putranya bisa kembali hidup normal seperti sedia kala. Sebelum pandemi, Mason sering pergi keluar bersama teman-temannya. Mulai dari kuliah, hingga bahkan mengikuti pelajaran mengemudi.

"Saya ingin Mason dapat menjalani kehidupan normal sebagai anak laki-laki berusia dua puluhan. Crohn membatasinya, tetapi COVID telah menghentikan jalan hidupnya sepenuhnya," tandas Mandy.



Kasus Covid-19 di Singapura Melejit, Diprediksi Melonjak pada Juni

Kasus Covid-19 di Singapura Melejit, Diprediksi Melonjak pada Juni


(avk/naf)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat