gtrees.net

Ilmuwan China Prediksi Wabah seperti COVID Bisa Terjadi Lagi di Masa Depan

Virus variant, coronavirus, spike protein. Omicron. Covid-19 seen under the microscope. SARS-CoV-2, 3d rendering
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Naeblys)

Jakarta -

Salah satu ahli virologi terkenal di China, Shi Zhengli, yang juga dikenal sebagai 'batwoman', telah memperingatkan sangat mungkin Coronavirus atau virus Corona lain akan muncul di masa depan. Virus corona adalah keluarga virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Tujuh jenis penyakit berbeda telah ditemukan pada manusia, termasuk penyakit yang menyebabkan epidemi SARS, MERS, dan COVID-19.

Adapun peringatannya itu dipublikasikan dalam jurnal berbahasa Inggris Emerging Microbes & Infections pada bulan Juli. Namun, baru mendapat perhatian di media sosial Tiongkok belakangan ini. Dalam jurnal tersebut, Shi dan rekan-rekannya menyebut bahwa dunia harus bersiap menghadapi penyakit lain seperti COVID-19.

"Jika virus Corona telah menyebabkan penyakit yang muncul sebelumnya, besar kemungkinan penyakit tersebut akan menyebabkan wabah di masa depan," tulis makalah tersebut, dikutip dari Global Times.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Shi dan rekannya mengevaluasi risiko penyebaran 40 spesies virus Corona pada manusia dan menilai setengah dari spesies tersebut sangat berisiko.

Dari jumlah tersebut, enam di antaranya telah diketahui menyebabkan penyakit yang menginfeksi manusia, sementara terdapat bukti bahwa tiga lainnya menyebabkan penyakit atau menginfeksi spesies hewan lain.

ADVERTISEMENT

"Hampir dapat dipastikan bahwa ada tiga penyakit lagi yang akan muncul dan kemungkinan besar penyakit (Coronavirus) akan muncul lagi," studi tersebut memperingatkan.

"Risiko virus Corona hanyalah salah satu faktor yang menyebabkan infeksi skala besar, sistem kekebalan tubuh adalah faktor lainnya," kata seorang ahli virologi dari departemen biologi patogen di Universitas Wuhan, yang tidak ingin disebutkan namanya, kepada Global Times pada hari Senin.

Ia mengatakan bahwa dalam tiga tahun terakhir, manusia dan hewan telah membangun kekebalan tubuh yang kuat terhadap virus Corona, yang memungkinkan mereka dapat 'menangkis' kemungkinan infeksi.

Ahli virologi lain dari sebuah universitas yang berbasis di Beijing, yang pernah terlibat dalam penelitian asal muasal SARS-CoV-2 dalam Misi Gabungan WHO-China, yang juga meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa penelitian Shi yang memberi label pada 40 spesies virus Corona sebagai 'sangat berisiko' didasarkan pada pada struktur virus, dan merupakan evaluasi relatif hanya pada 40 spesies tersebut.

Namun, dua ahli virologi yang tidak disebutkan namanya juga memperingatkan meskipun wabah skala besar tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat, wabah sporadis mungkin terjadi, terutama selama musim dingin.

Sejak akhir tahun 2019, virus Corona baru, yang juga dikenal sebagai SARS-CoV-2, telah menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Sejak November 2021, strain Omicron telah menjadi varian utama yang menjadi perhatian di sebagian besar negara.

Varian Omicron terus bermutasi selama beberapa tahun terakhir dan subvarian seperti BA.1, BA.2, BA.4, BA.5 dan BF.7, serta XBB.1.5 terbaru, telah melanda dunia, menyebabkan banyak kematian dan kerugian ekonomi yang besar.



Kasus Covid-19 di Singapura Melejit, Diprediksi Melonjak pada Juni

Kasus Covid-19 di Singapura Melejit, Diprediksi Melonjak pada Juni


(suc/kna)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat