gtrees.net

BPOM AS Setujui Obat Oral Pertama untuk Obati Depresi Pasca Melahirkan

Red smoothie. Detox Radical Free
Ilustrasi. (Foto: Thinkstock)

Jakarta -

Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat mengumumkan telah menyetujui obat oral pertama untuk depresi pasca melahirkan. Obat tersebut adalah zuranolone yang diberi merek Zurzuvae oleh Sage Therapeutics dan Biogen.

Zuranolone disetujui untuk penggunaan orang dewasa yang melakukan pengobatan depresi pasca persalinan, seperti episode depresi berat yang dimulai setelah melahirkan atau tahap akhir kehamilan. Kondisi ini mempengaruhi sekitar 15 persen wanita dalam beberapa minggu atau bulan setelah melahirkan.

"Memiliki akses ke pengobatan oral akan menjadi pilihan yang bermanfaat bagi banyak wanita ini yang menghadapi perasaan ekstrem, dan terkadang mengancam nyawa," ucap Dr Tiffany Farchione, direktur Divisi Psikiatri di Pusat Evaluasi dan Penelitian Obat FDA dikutip dari CBS News, Minggu (6/8/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nantinya pil tersebut dikonsumsi hanya selama dua minggu. Obat tersebut dinilai memberikan peningkatan cepat pada kondisi ibu untuk menjadi lebih baik setelah melahirkan.

"Wanita melaporkan peningkatan yang cepat dalam depresi mereka sejak hari ketiga," kata Dr Kristina Deligiannidis, profesor di Institut Ilmu Perilaku di Institut Penelitian Medis Feinstein di New York.

ADVERTISEMENT

Depresi pasca persalinan bisa menjadi parah bagi beberapa wanita. Bahkan dalam beberapa kasus bisa terjadi dalam waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

"Ini bukan baby blues. Ini bukan fluktuasi hormon normal sementara yang dapat mempengaruhi suasana hati kita setelah melahirkan dan kemudian hilang dengan sendirinya," kata Deligiannidis.

Zuranolone bekerja sebagai steroid kerja cepat yang berikatan dengan reseptor GABA di dalam otak, secara efektif mengatur ulang neurotransmiter yang dibuang pada pasien yang berjuang melawan depresi.

"Pada orang dengan depresi, ini dapat membantu dengan cepat menyeimbangkan kembali jaringan saraf yang tidak teratur untuk membantu memulihkan fungsi otak. Zuranolone menargetkan jaringan otak yang bertanggung jawab atas fungsi seperti suasana hati, gairah, perilaku, dan kognisi," kata perusahaan tersebut dalam sebuah rilis tahun lalu.

Adapun efek samping yang dapat ditimbulkan oleh obat ini adalah rasa ngantuk, kelelahan, diare, pusing, flu biasa, dan infeksi saluran kemih. Obat tersebut juga dapat menyebabkan kerusakan pada janin, sehingga wanita yang meminumnya harus menggunakan kontrasepsi atau konsultasi terlebih dahulu oleh dokter yang bersangkutan.



Simak Video "Jangan Sembarang! Ini Aturan Konsumsi Obat Herbal Ekstrak untuk Stroke"
[Gambas:Video 20detik]
(avk/suc)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat