gtrees.net

WHO Ungkap Kasus Virus Marburg di Afrika Mulai Serang Nakes

Doctor holding a test blood sample tube with positive marburg virus. Marburg virus is transmitted to humans by bats and is spread among humans by human-to-human transmission.
Ilustrasi virus marburg (Foto: Getty Images/iStockphoto/SyhinStas)

Jakarta -

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus melaporkan kondisi terkini terkait wabah penyakit virus marburg (MVD) di Guinea Khatulistiwa. Dalam seminggu terakhir, ada dua petugas kesehatan yang tertular virus tersebut, dan dipulangkan dari pusat perawatan yang didukung WHO.

Dikutip dari Outbreak News Today, kini total kasus konfirmasi penyakit virus marburg bertambah menjadi 16 kasus, yang sebelumnya 13 kasus sejak terjadinya wabah. Dari total kasus tersebut, 11 orang dilaporkan meninggal dunia.

Sebanyak 23 kasus probable penyakit marburg juga telah dilaporkan sejak wabah diumumkan pada 13 Februari. Adapun distrik yang paling terkena dampak virus ini adalah Bata di Provinsi Litoral dengan menyumbang sembilan kasus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Rabu kemarin, ditemukan kasus baru pada seorang tenaga kesehatan dari Bata yang sedang dipantau karena terpapar dari kasus sebelumnya. Kasus tersebut terdeteksi pada hari timbulnya gejala dan nakes tersebut diberikan terapi antivirus melalui protokol pemerintah yang didukung oleh WHO.

WHO mengimbau untuk tetap waspada karena mungkin ada rantai penularan yang tidak terdeteksi di negara tersebut. WHO juga mendukung Kementerian Kesehatan di negara tersebut untuk memperkuat pengawasan, di daerah terdampak, dan meningkatkan kapasitas laboratorium.

Saat ini, WHO tengah bekerja sama dengan negara-negara lainnya untuk membantu mempersiapkan impor apa pun.

Ini adalah momen kritis dalam respons wabah di Guinea Khatulistiwa, dan dibutuhkan upaya semua pemerintah dan semua masyarakat untuk menghentikan wabah ini.



Virus Marburg di Afrika Merebak, Angka Kematian Relatif Tinggi

Virus Marburg di Afrika Merebak, Angka Kematian Relatif Tinggi


(suc/suc)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat